5 Alasan Green Retrofit Bikin Rumah Lawas Lebih Diminati Dibanding Bangun Baru

Kembali ke Beranda

5 Alasan Green Retrofit Bikin Rumah Lawas Lebih Diminati Dibanding Bangun Baru

East2West Property News - Tren properti tidak selalu soal bangun dari nol. Belakangan, kata kunci seperti green retrofit, renovasi rumah hemat energi, dan rumah ramah lingkungan semakin sering dicari. Banyak orang justru melirik rumah lama untuk di-upgrade agar lebih efisien dan modern.

Fenomena ini ikut memengaruhi pasar properti lokal.

  1. Biaya Lebih Terkontrol Dibanding Bangun Baru

Membangun rumah baru dari awal membutuhkan biaya besar: pembongkaran, struktur, material, hingga izin. Sementara green retrofit fokus pada peningkatan efisiensi seperti penggantian instalasi listrik, atap insulasi, atau sistem pencahayaan LED.

Hasilnya, pengeluaran bisa lebih terukur tanpa harus memulai semuanya dari nol.

  1. Upgrade Hemat Energi yang Relevan

Green retrofit biasanya mencakup pemasangan panel surya, sistem ventilasi silang, kaca low-e, hingga pemanas air tenaga surya. Langkah ini membuat rumah lama lebih hemat listrik dan air.

Dalam jangka panjang, biaya operasional rumah bisa turun signifikan.

  1. Nilai Jual Rumah Ikut Naik

Rumah dengan konsep hemat energi cenderung lebih menarik bagi pembeli generasi muda maupun keluarga mapan yang sadar efisiensi biaya. Upgrade sederhana seperti pencahayaan alami optimal dan material ramah lingkungan dapat meningkatkan daya tarik pasar.

Artinya, retrofit bukan sekadar renovasi, tetapi strategi investasi.

  1. Lokasi Lama Biasanya Sudah Matang

Rumah lawas sering berada di kawasan yang infrastrukturnya sudah terbentuk: dekat sekolah, pusat bisnis, dan akses transportasi. Dibanding membeli tanah baru di pinggiran, banyak orang memilih mempertahankan lokasi strategis lalu meningkatkan kualitas bangunan.

Ini berdampak pada stabilitas harga di pasar sekunder.

  1. Dampak ke Pasar Properti Lokal

Tren green retrofit mendorong meningkatnya transaksi rumah second yang potensial untuk direnovasi. Developer dan agen properti pun mulai menyoroti potensi efisiensi energi sebagai nilai tambah, bukan hanya luas bangunan.

Pasar lokal menjadi lebih dinamis karena pembeli tidak lagi terpaku pada rumah baru, tetapi melihat peluang transformasi.

Bagi kamu yang mempertimbangkan rumah lawas di kawasan premium seperti BSD, Alam Sutera, atau Gading Serpong, pendekatan retrofit bisa menjadi strategi cerdas. East2West Property membantu menemukan properti dengan lokasi matang yang punya potensi upgrade bernilai tinggi.

Rumah lama bukan berarti tertinggal. Dengan strategi green retrofit yang tepat, justru bisa menjadi aset masa depan yang lebih efisien dan kompetitif.

Sumber: East2West Property

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Konsultan & Agen Properti Profesional Berlisensi (@east2west_property)

Dapatkan Informasi Terbaru

Intuit Mailchimp