East2West Property News - Mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering dianggap sebagai langkah besar menuju rumah pertama. Namun, banyak calon pembeli yang justru terjebak kesalahan sejak awal karena kurang memahami prosesnya. Berikut enam kesalahan umum saat mengambil KPR yang perlu dihindari agar tidak salah langkah.
PPJB adalah dokumen penting sebelum akad kredit. Banyak pembeli menandatangani tanpa memahami isi pasal, jadwal serah terima, dan sanksi keterlambatan. Akibatnya, pembeli berisiko menghadapi serah terima yang molor atau hak yang lemah saat terjadi sengketa.
Fokus pada cicilan bulanan saja sering menjadi kesalahan. Biaya KPR juga mencakup asuransi, notaris, provisi bank, dan pajak. Jika tidak dihitung sejak awal, total biaya bisa jauh lebih besar dari perkiraan dan membebani keuangan.
Tenor panjang memang membuat cicilan lebih ringan, tetapi total bunga menjadi lebih besar. Sebaliknya, tenor pendek bisa memberatkan cash flow bulanan. Salah pilih tenor sering berujung pada cicilan yang terasa berat dalam jangka panjang.
Harga menarik tanpa melihat track record developer bisa berisiko. Dampaknya antara lain proyek terlambat, fasilitas tidak sesuai janji, hingga sertifikat tertahan. Reputasi developer seharusnya menjadi pertimbangan utama sebelum mengajukan KPR.
KPR adalah komitmen jangka panjang. Tanpa dana cadangan, perubahan kondisi keuangan bisa membuat cicilan macet. Hal ini berisiko menurunkan skor kredit dan menghambat proses kepemilikan rumah.
Banyak pembeli tidak menyadari perbedaan antara bunga fixed dan floating. Saat bunga berubah, cicilan bisa melonjak signifikan. Kurangnya pemahaman ini sering menjadi penyebab utama cicilan terasa memberatkan di tahun-tahun berikutnya.
Langkah Lebih Aman Sebelum Ambil KPR
Memahami risiko sejak awal adalah bentuk pencegahan terbaik. Dengan perencanaan yang matang, proses KPR bisa berjalan lebih aman dan nyaman.
East2West Property berkomitmen membantu pembeli memahami proses KPR secara lebih menyeluruh, mulai dari pemilihan properti hingga kesiapan finansial, agar keputusan yang diambil tetap rasional dan berkelanjutan.
Sumber: East2West Property
Lihat postingan ini di Instagram