East2West Property News - Di tahun 2026, properti masih jadi pilihan investasi jangka panjang yang stabil. Namun, satu hal yang sering luput diperhitungkan adalah pajak properti, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Jika tidak dikelola dengan tepat, pajak bisa menggerus keuntungan investasi. Kabar baiknya, PBB bisa dioptimalkan secara legal dan strategis.
Berikut 5 trik yang relevan untuk kondisi pasar dan regulasi properti 2026.
Langkah awal optimasi pajak adalah memahami kewajiban dasarnya. Di 2026, pajak properti umumnya meliputi:
Dengan pemahaman ini, keputusan beli properti bisa lebih terukur sejak awal.
NJOP yang terlalu tinggi akan langsung berdampak pada besaran PBB. Pemilik properti berhak mengecek NJOP dan mengajukan penyesuaian jika nilainya tidak sesuai kondisi pasar.
Di tengah kenaikan harga tanah kawasan berkembang pada 2026, langkah ini penting agar pajak tetap realistis.
Beberapa daerah masih memberikan:
Selain itu, program PPN DTP juga relevan sebagai strategi awal investasi. Meski tidak langsung menurunkan PBB, PPN DTP membantu:
Struktur kepemilikan memengaruhi beban pajak. Kepemilikan bersama atau melalui badan usaha tertentu dapat membantu pengelolaan pajak menjadi lebih efisien, selama tetap sesuai aturan yang berlaku.
Di 2026, perencanaan sejak awal menjadi pembeda antara investasi rapi dan investasi yang bocor.
Regulasi pajak dan pasar properti terus berubah. Berkonsultasi dengan profesional yang memahami lokasi, regulasi, dan potensi investasi akan membantu menghindari kesalahan mahal.
East2West Property hadir membantu investor melihat properti bukan hanya dari sisi harga, tapi juga dari sisi pajak dan strategi jangka panjang.
Sumber: East2West Property
Lihat postingan ini di Instagram