East2West Property News - Di tengah pesatnya bisnis online dan perubahan pola belanja, banyak orang bertanya: ruko masih laku di 2026 atau sudah mulai ditinggalkan?
Pertanyaan ini wajar, terutama bagi investor dan pelaku usaha yang ingin menempatkan dana pada aset yang benar-benar relevan.
Jawabannya: masih laku, tapi tidak semua ruko.
Perubahan Fungsi Ruko di 2026
Di 2026, ruko tidak lagi identik hanya sebagai toko konvensional. Fungsinya bergeser menjadi:
Bisnis tetap membutuhkan ruang fisik, terutama untuk membangun kepercayaan dan visibilitas brand.
Lokasi Jadi Penentu Utama
Ruko yang masih diminati di 2026 umumnya berada di:
Sebaliknya, ruko di lokasi sepi atau salah peruntukan mulai sulit diserap pasar. Ini membuat seleksi lokasi menjadi faktor paling krusial dalam investasi ruko.
Ruko sebagai Aset Investasi
Dari sisi investasi, ruko masih menarik karena:
Namun, di 2026 investor lebih selektif. Mereka mencari ruko dengan desain modern, parkir memadai, dan lingkungan yang sudah hidup, bukan sekadar harga murah.
Jadi, Masih Layak atau Tidak?
Ruko masih layak di 2026, asalkan:
Tanpa tiga hal tersebut, ruko berisiko menjadi aset pasif tanpa pergerakan.
Pentingnya Arah dan Insight Pasar
Memilih ruko tidak bisa lagi sekadar berdasarkan asumsi lama. Kawasan seperti BSD, Alam Sutera, dan Gading Serpong masih menunjukkan permintaan ruko yang sehat karena pertumbuhan bisnis dan hunian yang seimbang.
Di sinilah East2West Property berperan membantu memberikan gambaran ruko yang relevan dengan kebutuhan pasar 2026, sehingga keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan tren, tetapi juga data dan potensi jangka panjang.
Sumber: East2West Property
Lihat postingan ini di Instagram