240 Ribu Pelajar Indonesia Sekolah di Luar Negeri, Kenapa Tidak di Sini?

Kembali ke Beranda

Illustration for 240 Ribu Pelajar Indonesia Sekolah di Luar Negeri, Kenapa Tidak di Sini?

240 Ribu Pelajar Indonesia Sekolah di Luar Negeri, Kenapa Tidak di Sini?

East2West Property News - Ada sekitar 240 ribu pelajar Indonesia yang diperkirakan sedang menempuh pendidikan di luar negeri pada satu waktu tertentu, dengan 36 ribu hingga 63 ribu pelajar baru berangkat setiap tahunnya sepanjang dekade terakhir. Indonesia adalah sumber pelajar internasional terbesar kedua di ASEAN. Di balik angka ini tersembunyi permintaan pasar yang sangat besar terhadap pendidikan bertaraf global, permintaan yang selama ini terpaksa dipenuhi oleh institusi di negara lain karena keterbatasan pilihan berkualitas setara di dalam negeri.
 
Skala pasarnya jauh lebih besar dari yang terlihat. Potensi jumlah pelajar pendidikan tinggi secara nasional, usia 15-19 tahun untuk jenjang sarjana dan 25-29 tahun untuk magister ke atas, mencapai 44,5 juta orang. Di wilayah Jakarta saja potensinya 1,6 juta orang, dan di Tangerang 289 ribu orang. Ini adalah captive market yang terus tumbuh seiring populasi usia produktif Indonesia yang mencapai 70% dari total penduduk, dengan seperempatnya berusia 15-29 tahun, kelompok usia yang paling banyak mencari jalur pendidikan lanjutan dan vokasi.
 
D-HUB SEZ menjawab kesenjangan ini dengan menghadirkan institusi pendidikan asing langsung ke tanah Indonesia, bukan sekadar kelas afiliasi. Monash University, anggota Group of Eight Australia dan peringkat 36 dunia versi QS World University Rankings 2026, telah membuka kampus fisik pertamanya di Indonesia sejak 2021 di BSD City, dengan lebih dari 450 mahasiswa aktif dan program undergraduate baru mulai Juli 2026. BINUS ASO School of Engineering menggabungkan kekuatan BINUS, universitas swasta nomor satu Indonesia versi QS 2026, dengan Jepang ASO College Group untuk pendidikan teknik terakreditasi ABET dan IABEE. Wellington College, sekolah warisan Inggris pertama di Indonesia, dan ACS Jakarta dari jaringan Singapura dengan alumni yang tembus Harvard, Stanford, dan Oxford, melengkapi ekosistem ini.
 
Bagi pengusaha yang bergerak di sektor pendidikan, baik sebagai operator sekolah, universitas, lembaga vokasi, maupun penyedia jasa pendukung pendidikan, D-HUB SEZ menyediakan jalur masuk yang jauh lebih ringan dibanding mendirikan institusi baru dari nol. Regulasi Menteri Kesehatan dan kerangka KEK memberikan kemudahan perizinan satu pintu melalui Administrator KEK, sementara insentif tax holiday hingga 20 tahun serta pembebasan bea masuk untuk peralatan pendidikan langsung memangkas biaya modal pembangunan kampus, laboratorium, atau fasilitas pelatihan vokasi berstandar internasional.
 
Ekosistem pendidikan di D-HUB SEZ dirancang mencakup empat jalur sekaligus: universitas dengan program eksekutif dan gelar ganda internasional, sekolah vokasi berafiliasi Jepang, Korea, dan Jerman, sekolah kreatif untuk desain game hingga produksi film, serta sekolah teknologi seperti bootcamp cybersecurity dan cloud computing bersertifikasi AWS dan Google Cloud. Model bisnis pendidikan apa pun, dari sekolah K-12 internasional hingga akademi pelatihan digital, punya ruang untuk tumbuh berdampingan dengan mitra global yang sudah lebih dulu hadir.
 
Kesempatan untuk menjadi bagian dari klaster pendidikan yang sedang dibangun ini tidak akan terbuka selamanya, mengingat lahan dan slot fasilitas di kawasan menjadi semakin kompetitif seiring masuknya institusi baru. Tim properti East2West siap membantu Anda memahami opsi lahan, unit komersial, hingga skema kemitraan pendidikan yang tersedia di D-HUB SEZ. Hubungi tim properti East2West +62 815 2820 9892 sekarang untuk mendiskusikan rencana ekspansi pendidikan Anda.

Sumber: East2West Property (JL)
 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Konsultan & Agen Properti Profesional Berlisensi (@east2west_property)

Dapatkan Informasi Terbaru

Intuit Mailchimp