East2West Property News - Pasar properti 2026 makin menarik. Inventori rumah seken meningkat di banyak kota, sementara hunian baru tetap agresif dengan promo dan skema KPR tenor panjang. Lalu, mana yang lebih menguntungkan: rumah seken atau rumah baru?
Berikut ringkasannya.
Banyak pemilik melepas aset karena relokasi, upgrade rumah, atau strategi investasi. Dampaknya, pilihan makin banyak dan ruang negosiasi harga lebih terbuka. Ini jadi peluang bagi pembeli yang jeli.
Rumah seken umumnya berada di kawasan yang sudah hidup: akses jalan, sekolah, rumah sakit, dan pusat belanja sudah lengkap. Nilai plusnya ada di kenyamanan dan likuiditas.
Hunian baru menawarkan layout modern, fasilitas kawasan terintegrasi, serta lingkungan yang lebih rapi. Cocok untuk kamu yang ingin langsung huni tanpa renovasi besar.
Rumah seken bisa lebih fleksibel karena bisa nego, tetapi perlu hitung biaya renovasi dan pajak. Rumah baru sering terlihat lebih terjangkau di awal, namun perhatikan kenaikan harga bertahap dan biaya KPR.
Banyak bank menawarkan KPR hingga 25–30 tahun. Cicilan jadi lebih ringan, tetapi total bunga lebih besar. Strategi ini cocok jika cash flow dijaga sehat dan ada perencanaan jangka panjang.
Rumah seken di lokasi premium cenderung stabil dan cepat tersewa. Rumah baru di kawasan berkembang punya potensi capital gain dalam beberapa tahun ke depan. Pilih sesuai tujuan: income atau pertumbuhan nilai.
Keputusan beli rumah di 2026 bukan soal mana yang lebih populer, tetapi mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial kamu.
Jika kamu sedang mempertimbangkan rumah seken atau hunian baru di BSD, Alam Sutera, Gading Serpong, Jakarta Selatan, Bogor, atau Bekasi, East2West Property dapat membantu memetakan opsi terbaik berdasarkan tujuan jangka panjang kamu.
Karena beli properti bukan sekadar transaksi, tapi keputusan finansial besar yang perlu arah yang tepat.
Sumber: East2West Property
Lihat postingan ini di Instagram