East2West Property News - Ketika banyak investor berfokus pada Bali Selatan, Jembrana mulai menarik perhatian sebagai kawasan yang patut diamati untuk investasi properti jangka panjang. Kabupaten di Bali Barat ini memiliki pantai, wisata alam, budaya lokal, serta posisi penting sebagai pintu masuk Bali dari Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk. Daya tarik seperti Pantai Medewi, Bunut Bolong, Teluk Gilimanuk, dan Desa Wisata Blimbingsari memperlihatkan bahwa potensi Jembrana tidak hanya bertumpu pada satu jenis wisata.
Potensi tersebut berjalan beriringan dengan agenda pembangunan. Pemerintah Kabupaten Jembrana mencantumkan sejumlah program, antara lain revitalisasi Pasar Umum Negara, penataan Pelabuhan Gilimanuk, pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Pengambengan, serta rencana pengembangan destinasi wisata dan fasilitas ekonomi kreatif. Jika direalisasikan dengan baik, perkembangan ini berpotensi mendorong aktivitas perdagangan, jasa, mobilitas masyarakat, dan kebutuhan hunian di kawasan terkait.
Salah satu proyek infrastruktur yang perlu dipantau adalah rencana Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi. Dokumen pemerintah memasukkan koridor ini dalam perencanaan jaringan transportasi Bali, sementara Kementerian Pekerjaan Umum pada 2026 masih melakukan peninjauan dan kajian pengembangan kawasan di sekitar trase. Konektivitas yang lebih baik berpotensi membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat distribusi barang serta jasa. Namun, proyek ini masih harus dilihat berdasarkan tahapan realisasinya; dampak terhadap harga tanah akan bergantung pada lokasi spesifik, akses, permintaan, dan pelaksanaan pembangunan.
Bagi investor, alasan mengamati Jembrana sekarang adalah peluang membeli aset sebelum suatu kawasan berkembang lebih matang, bukan jaminan bahwa harga pasti naik. Harga tanah dapat berubah ketika akses dan aktivitas ekonomi meningkat, tetapi hasilnya tidak seragam di setiap lokasi. Karena itu, legalitas, tata ruang, akses jalan, lingkungan sekitar, dan harga per meter tetap harus diperiksa sebelum mengambil keputusan.
Pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah DreamLand di kawasan Kota Negara, Jembrana, dengan tiga proyek yang menawarkan karakter kavling berbeda. DreamLand Selatan GOR Krisna Jvara berada di Jl. Panji Sakti, memiliki luas kawasan 12 hektare, area kavling 7,2 hektare, dan 123 kavling berukuran 84–238 m², dengan harga Rp176,4 juta–Rp440,3 juta. DreamLand Kompi C di Jl. Rajawali memiliki luas kawasan 5 hektare, area kavling 3,6 hektare, dan 380 kavling berukuran 95–297 m², dengan harga Rp161,5 juta–Rp697,95 juta. Sementara itu, DreamLand Baler Bale Agung di Jl. Dahlia memiliki luas kawasan 3,6 hektare, area kavling 2,1 hektare, dan 223 kavling berukuran 80–1.492 m², dengan harga Rp144 juta–Rp2,6856 miliar. Harga dan ketersediaan perlu dikonfirmasi kembali.
Dengan pilihan harga mulai Rp144 juta, DreamLand Jembrana memberi kesempatan bagi calon pembeli untuk mempertimbangkan kepemilikan tanah di Bali dengan kebutuhan modal yang beragam. Strateginya bukan sekadar membeli karena harga terlihat menarik, melainkan memilih lokasi dan ukuran lahan yang sesuai dengan tujuan serta kemampuan investasi. Hubungi East2West Property +62 815 2820 9892 untuk mendapatkan detail lokasi, pilihan kavling, harga terbaru, dan bantuan menilai kesesuaian properti dengan rencana investasi Anda.
Konsultasikan pilihan investasi tanah Jembrana bersama East2West Property untuk memperoleh informasi produk dan pertimbangan pembelian yang lebih terarah.
Sumber: East2West Property (JL)
Lihat postingan ini di Instagram