Wow! Ada Insentif PPN 0%, Penjualan Rumah Ciputra Naik 600%

Kembali ke Beranda

Wow! Ada Insentif PPN 0%, Penjualan Rumah Ciputra Naik 600%

East2West Property News - Langkah pemerintah mengeluarkan berbagai stimulus mulai dari DP 0% hingga insentif PPn membuahkan hasil untuk sektor properti. Stimulus ini dinilai efektif membangkitkan kembali minat masyarakat untuk membeli properti meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

Marketing Director Ciputra Residence Yance Onggo mengatakan stimulus ini terbukti mampu meningkatkan minat pembelian rumah ready stock hingga 400-608% pada Maret 2021 di proyek yang dimiliki perusahaan, dibandingkan pada Januari dan Februari. Dia menyebutkan penjualan di Citra Maja Rata melesat 608%, sementara di Citra Raya Tangerang melesai 400%.

Ini membuktikan insnetif yang diberikan pemerintah memberikan impact positif. Bukan hanya pada rumah ready stock, melainkan juga yang bukan ready stok. Paling tidak awarness masyarakat terhadap properti sudah meningkat lagi di 2021," kata Yance dalam BNI Investime Week, Selasa (06/04/2021).

Setelah adanya insentif tersebut bukan hanya rumah yang kembali banjir permintaan, melainkan juga ruko dan apartemen yang sempat tertekan karena pandemi Covid-19. Meski menurut Yance, peningkatan permintaan apartemen dan ruko tidak semasif rumah tapak pada proyek township Ciputra Group.

"Setelah adanya insentif pemerintah itu, penjualan ruko juga terboosting. Bahkan apartemen juga bertumbuh walau mungkin pertumbuhan penjualan tidak sekencang rumah atau ruko, tapi paling tidak ada pergerakan," katanya.

Yance menyebutkan di tengah pandemi pada 2020, masih mampu mencapai target penjualan senilai Rp 5,5 triliun dengan target revisi Rp 4,5 triliun. Dengan proyek yang tersebar dan produk yang variatif menurutnya menjadi modal adaptasi di masa pandemi.

"Ketika kami lihat apartemen dan perkantoran tidak bagus, kami masih punya land bank untuk landed house jadi kami dengan cepat bisa adaptif dimana masyarakat lebih ingin punya landed house," ujar Yance.

Selain perkantoran dan apartemen, segmen market low to end dengan harga Rp 250 juta ke bawah pun menjadi salah satu yang paling terkena dampak pandemi. Menurutnya hal ini di luar perkiraan perusahaan karena biasanya rumah harga di bawah Rp 250 juta yang paling besar peminatnya. Yang menopang penjualan rumah Ciputra Grup pada 2020 justru segmen menengah dengan harga Rp 500juta hingga Rp 2 miliar.

"Justru yang segmen ini yang menjadi penopang utama. Sebelumnya kami pikir segmen low to end akan selalu ada marketnya, ternyata segmen menengah ini yang menjadi penopang saat pandemi," katanya.

Sumber : CNBC INDONESIA

Dapatkan Informasi Terbaru