Nusa Dua Bukan Hanya Tempat Liburan, Ada Ekonomi di Baliknya

Kembali ke Beranda

Suasana ritual Bali dengan arsitektur pura dan lingkungan tropis sebagai ilustrasi investasi tanah di kawasan Nusa Dua.

Nusa Dua Bukan Hanya Tempat Liburan, Ada Ekonomi di Baliknya

East2West Property News - Nusa Dua selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan pariwisata premium Bali. Namun bagi investor properti, yang menarik bukan hanya pantai dan hotelnya, melainkan aktivitas ekonomi yang tercipta di belakangnya. Kawasan The Nusa Dua mencatat hampir 3,8 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025, dengan rata-rata okupansi hotel 76,93%. Angka tersebut menunjukkan adanya arus manusia dan aktivitas bisnis yang berlangsung secara konsisten, bukan sekadar destinasi yang ramai pada musim liburan.

Ekosistem tersebut juga terus berkembang. The Nusa Dua merupakan kawasan pariwisata terintegrasi seluas sekitar 350 hektare, menaungi lebih dari 20 hotel internasional dan sekitar 5.000 kamar. Pada 2026, ITDC juga melanjutkan penataan Peninsula Island untuk meningkatkan kualitas ruang publik serta mendukung kegiatan wisata, MICE, sport tourism, dan berbagai event internasional.

Di lingkungan seperti ini, tanah tidak hanya memiliki nilai karena lokasinya berada di Bali, tetapi karena berada dekat dengan ekosistem ekonomi yang sudah terbentuk. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah DreamLand Nusa Dua, berlokasi di Jl. Raya Darmawangsa, Nusa Dua. Proyek ini memiliki land area 12 hektare, area kavling sekitar 8,1 hektare, dengan total 793 kavling. Ukuran kavling sekitar 100 m², dengan harga yang ditawarkan Rp650 juta.

Ukuran sekitar 100 m² memberikan karakter yang cukup jelas: lahan relatif kompak dengan kebutuhan modal yang lebih terukur dibandingkan membeli bidang tanah berukuran besar. Bagi investor, ukuran seperti ini dapat menarik untuk dikaji untuk kebutuhan hunian atau aset jangka panjang, sesuai peruntukan dan regulasi yang berlaku. Yang tetap perlu diperiksa adalah status legalitas, tata ruang, akses, utilitas, lingkungan sekitar, serta aturan penggunaan lahan sebelum transaksi dilakukan.

Menariknya, performa kawasan menunjukkan bahwa aktivitas wisata di Nusa Dua bukan fenomena sesaat. Pada semester pertama 2026, The Nusa Dua mencatat 1.798.004 kunjungan, naik 8,16% dibandingkan periode yang sama 2025, dengan rata-rata okupansi hotel 70,51% dan rata-rata lama tinggal 2,76 malam. Bagi investor, angka seperti ini lebih relevan daripada sekadar label “lokasi premium” karena menunjukkan adanya aktivitas ekonomi nyata yang terus berputar di kawasan tersebut.

Karena itu, investasi tanah Nusa Dua dapat dilihat sebagai pilihan bagi pembeli yang ingin memiliki aset di sekitar salah satu ekosistem pariwisata paling aktif di Bali. Jika Anda ingin mengetahui detail DreamLand Nusa Dua, pilihan kavling, harga, lokasi, dan kesesuaiannya dengan tujuan investasi, East2West Property siap membantu memberikan informasi dan mendampingi proses pertimbangannya.

Konsultasikan kebutuhan investasi properti Bali Anda bersama East2West Property +62 815 2820 9892 untuk mendapatkan informasi produk dan pilihan kavling yang sesuai dengan tujuan Anda.

Sumber: East2West Property (JL)

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh DreamLand Property Investment (@dreamlandinvestment.pro)

Dapatkan Informasi Terbaru

Intuit Mailchimp