East2West Property News - Ketika membicarakan investasi properti di Bali, perhatian sering langsung tertuju pada kawasan selatan. Padahal, Tabanan memiliki karakter ekonomi dan ruang yang berbeda, sehingga menarik untuk dilihat sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang. Bagi investor, pertanyaannya bukan sekadar apakah harga tanah murah, tetapi apakah kawasan tersebut memiliki aktivitas ekonomi, kebutuhan ruang, akses, dan arah pembangunan yang dapat menopang nilai aset di masa depan.
Data BPS menunjukkan bahwa ekonomi Kabupaten Tabanan tetap bertumbuh. Pada Triwulan III 2025, PDRB Tabanan tumbuh 5,54% secara tahunan, sementara sektor tersier menyumbang 61,58% terhadap struktur ekonomi daerah. Sektor ini mencakup berbagai aktivitas jasa, perdagangan, akomodasi, makan-minum, transportasi, hingga layanan lainnya. Angka tersebut penting bagi investor karena pertumbuhan aktivitas ekonomi pada akhirnya menciptakan kebutuhan terhadap tempat tinggal, ruang usaha, jasa, dan fasilitas pendukung.
Struktur ekonomi Tabanan juga memperlihatkan kombinasi yang menarik. Pada 2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 21,83% PDRB, penyediaan akomodasi dan makan-minum 20,87%, konstruksi 9,07%, perdagangan 8,91%, dan real estat 4,85%. Artinya, Tabanan tidak hanya bergerak sebagai kawasan berbasis pariwisata, tetapi memiliki ekonomi yang ditopang beberapa sektor sekaligus. Bagi pemilik bisnis maupun investor properti, keberagaman aktivitas ekonomi ini menjadi salah satu faktor yang layak diperhatikan ketika menilai permintaan ruang di suatu kawasan.
Salah satu pilihan yang dapat dilihat adalah DreamLand Tabanan – Kutuh, yang berada di Jl. Raya Kutuh. Proyek ini memiliki land area 12 hektare, dengan area kavling sekitar 8 hektare, jumlah 767 kavling, dan pilihan ukuran mulai dari 98 hingga 964 m². Harga yang ditawarkan berada pada rentang Rp430,22 juta hingga Rp2,882 miliar. Rentang ukuran yang lebar membuat produk ini dapat dilihat dari beberapa kebutuhan sekaligus: kavling yang lebih kompak untuk hunian, sementara ukuran lebih besar memberikan ruang untuk kebutuhan properti yang lebih luas, tentunya dengan tetap memperhatikan peruntukan lahan dan ketentuan yang berlaku.
Namun, investor sebaiknya tidak berhenti pada angka harga per meter. Kavling 98 m² dan 964 m² memiliki logika investasi yang berbeda. Kavling kecil membutuhkan modal awal lebih rendah dan dapat lebih mudah diarahkan untuk kebutuhan hunian tertentu, sedangkan lahan besar memberikan fleksibilitas ruang yang lebih tinggi tetapi membutuhkan modal dan perencanaan yang berbeda. Sebelum membeli, akses jalan, lingkungan sekitar, tata ruang, status legalitas, utilitas, serta rencana penggunaan lahan harus diperiksa. Dokumen perencanaan daerah sendiri menunjukkan bahwa Tabanan telah memiliki RPJPD 2025–2045 sebagai kerangka pembangunan jangka panjang; tetapi keberadaan rencana pembangunan tentu bukan jaminan kenaikan harga tanah.
Karena itu, investasi tanah Tabanan lebih tepat dilihat sebagai keputusan berbasis kawasan, bukan sekadar berburu harga murah. Investor perlu menghubungkan harga tanah dengan aktivitas ekonomi, ukuran lahan, aksesibilitas, target penggunaan, dan horizon investasi. Jika Anda ingin menilai apakah DreamLand Tabanan–Kutuh sesuai untuk hunian, aset jangka panjang, atau kebutuhan bisnis, East2West Property dapat membantu mengkaji pilihan properti berdasarkan tujuan dan profil investasi Anda.
Konsultasikan kebutuhan investasi properti Bali Anda bersama East2West Property +62 815 2820 9892 untuk mendapatkan informasi produk, lokasi, dan pertimbangan pembelian yang lebih terarah.
Sumber: East2West Property (JL)
Lihat postingan ini di Instagram