Orang Kaya Beneran Beli Properti Pakai Cara Bayar Apa? Ini Jawabannya

Kembali ke Beranda

Orang Kaya Beneran Beli Properti Pakai Cara Bayar Apa? Ini Jawabannya

East2West Property News - Ada mitos yang sudah terlalu lama beredar di kalangan calon pembeli properti.
 
Bunyinya kira-kira begini: "Orang kaya itu beli properti cash. Kalau KPR atau cicil, berarti belum mampu."
 
Kelihatannya masuk akal. Bahkan terasa seperti common sense. Sampai Anda mulai berbicara dengan orang-orang yang benar-benar kaya bukan yang kelihatan kaya dan menyadari bahwa cara mereka beli properti sama sekali tidak seperti yang Anda bayangkan.
 
Yang dilakukan orang kaya beneran akan membuat Anda berpikir dua kali
 
Seorang teman saya pengusaha yang memiliki beberapa unit ruko di BSD dan Gading Serpong pernah bercerita. Ketika ia membeli ruko pertamanya sekitar 12 tahun lalu, ia punya uang tunai yang lebih dari cukup untuk bayar cash. Banknya sehat. Tabungannya aman.
 
Tapi ia tidak bayar cash.
 
Ia ambil KPR.
 
Saya tanya kenapa. Jawabannya sederhana tapi langsung mengubah cara saya melihat properti selamanya:
 
"Kenapa saya harus keluarkan Rp 3 miliar sekaligus untuk satu aset, kalau dengan Rp 500 juta saja saya bisa pegang ruko itu, dan Rp 2,5 miliar sisanya saya putar di bisnis yang return-nya jauh lebih tinggi dari bunga KPR?"
 
Ia tidak kekurangan uang. Ia hanya tidak mau uangnya diam.
 
Ini namanya leverage dan inilah senjata utama orang kaya yang jarang dibahas
 
Dunia keuangan punya istilah untuk strategi ini: leverage. Menggunakan uang orang lain (dalam hal ini bank) untuk mengendalikan aset yang nilainya jauh lebih besar dari modal yang Anda keluarkan.
 
Bayangkan dua orang membeli properti senilai Rp 5 miliar di tahun yang sama.
 
Orang pertama bayar cash penuh. Ia keluar Rp 5 miliar, dapat satu properti.
 
Orang kedua bayar DP 20% Rp 1 miliar dan ambil KPR untuk sisanya. Ia masih punya Rp 4 miliar di tangan, yang ia investasikan ke bisnis atau properti lain.
 
Lima tahun kemudian, properti itu naik nilainya menjadi Rp 8 miliar kenaikan Rp 3 miliar.
 
Orang pertama untung Rp 3 miliar dari modal Rp 5 miliar. Return 60% dalam 5 tahun, atau sekitar 12% per tahun.
 
Orang kedua juga untung Rp 3 miliar dari modal awal Rp 1 miliar sebelum dipotong bunga KPR. Plus, Rp 4 miliar yang ia putar di tempat lain juga menghasilkan. Total kekayaan yang ia bangun jauh lebih besar, dari modal awal yang jauh lebih kecil.
 
Itulah leverage. Dan itulah mengapa orang kaya beneran sangat jarang bayar properti cash penuh kecuali untuk alasan spesifik tertentu.
 
Lalu kapan orang kaya memilih bayar cash atau supercash?
 
Tentu saja leverage bukan satu-satunya strategi. Ada situasi di mana membayar tunai atau supercash justru pilihan yang lebih cerdas.
 
Pertama, ketika diskon tunainya sangat signifikan. Beberapa developer memberikan potongan harga yang cukup besar untuk pembayaran tunai keras atau supercash bisa 2–5% dari harga jual. Pada properti senilai Rp 50 miliar, ini berarti penghematan Rp 1–2,5 miliar. Jika selisih ini lebih besar dari potensi return investasi uang tersebut di tempat lain, bayar tunai masuk akal.
 
Kedua, ketika likuiditas bukan masalah. Orang yang kekayaannya sudah sangat besar dan terdiversifikasi tidak keberatan "mengunci" sebagian asetnya di properti. Bagi mereka, properti adalah simpanan, bukan beban.
 
Ketiga, ketika properti dibeli untuk warisan, bukan untuk diputar. Properti yang dibeli untuk jangka sangat panjang dan tidak perlu menghasilkan return aktif sering kali lebih nyaman dibeli cash tidak ada cicilan yang perlu dipikirkan setiap bulan.
 
Tapi di luar tiga situasi itu? Hampir selalu, pilihan yang lebih cerdas secara finansial adalah memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang tersedia.
 
Kenapa hal ini sangat relevan dengan kondisi properti komersial saat ini
 
Di pasar properti komersial ruko, business loft, kavling komersial leverage bekerja bahkan lebih kuat. Karena properti komersial bukan hanya aset yang nilainya naik, tapi juga menghasilkan cash flow aktif dari sewa atau operasional bisnis.
 
Artinya, cicilan KPR atau tunai bertahap Anda bisa sebagian atau bahkan seluruhnya ditanggung oleh pendapatan dari bisnis atau sewa yang berjalan di properti itu sendiri. Ini yang disebut self-financing asset aset yang membiayai dirinya sendiri.
 
Victoria Business Loft dari Paramount Gading Serpong adalah contoh konkret dari peluang ini. Dengan lokasi di main road Gading Serpong, luas bangunan 6,5 lantai hingga 1.770 m², dan fasilitas premium yang sudah terpasang lift, AC cassette per lantai, IP CCTV, grease trap, filter air bersih ini adalah properti yang siap menghasilkan dari hari pertama serah terima.
 
Skema pembayarannya pun dirancang agar leverage bisa bekerja maksimal:
 
KPR dengan DP 15% dicicil 36 kali Anda cukup siapkan sekitar 15% dari harga unit di muka, sisanya dikelola melalui bank. Modal Anda yang lain tetap bebas bergerak.
 
Tunai Bertahap DP 15% dicicil 36 kali untuk yang ingin cicil langsung ke developer tanpa melibatkan bank, dengan harga khusus untuk 4 unit pertama.
 
Tunai Keras dan Super Cash untuk yang ingin menikmati harga paling rendah dan proses paling cepat.
 
Pilihan ada di tangan Anda dan sekarang Anda sudah punya konteks untuk memilih yang paling sesuai dengan strategi finansial Anda, bukan sekadar gengsi atau asumsi.
 
Satu pertanyaan yang lebih penting dari "pakai cara bayar apa?"
 
Setelah semua ini, ada satu pertanyaan yang jauh lebih penting untuk dijawab sebelum soal cara bayar:
 
Apakah Anda sudah memiliki properti yang tepat?
 
Karena cara bayar terbaik di dunia pun tidak akan membuat properti yang salah menjadi investasi yang baik. Lokasi, developer, potensi kawasan, dan timing pembelian jauh lebih menentukan hasil akhirnya.
 
Orang kaya beneran tidak hanya cerdas dalam cara bayar mereka lebih dulu cerdas dalam memilih aset mana yang layak dibeli. Dan ketika asetnya sudah tepat, cara bayar yang optimal tinggal menyesuaikan dengan kondisi dan strategi masing-masing.
 
Diskusikan strategi Anda dengan East2West Property gratis dan dapatkan insight yang benar. 
 
Tidak ada satu cara bayar yang benar untuk semua orang. Yang ada adalah cara bayar yang paling sesuai untuk situasi finansial dan tujuan investasi Anda secara spesifik.
 
East2West Property siap membantu Anda menghitung dan membandingkan semua opsi KPR, tunai bertahap, tunai keras dengan simulasi yang transparan dan jujur. Kami tidak mendorong Anda ke satu cara bayar tertentu. Kami membantu Anda membuat keputusan yang paling menguntungkan untuk Anda.
 
Hubungi East2West Property +62 815 2820 9892 sekarang dan mulai percakapan yang bisa mengubah cara Anda melihat properti selamanya.

Sumber: East2West Property (JL)
 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Konsultan & Agen Properti Profesional Berlisensi (@east2west_property)

Dapatkan Informasi Terbaru

Intuit Mailchimp