Phuket Bukan Sekadar Destinasi Liburan untuk Investor
East2West Property News - Phuket memiliki alasan yang semakin kuat untuk masuk radar investor properti Indonesia. Pulau ini bukan hanya destinasi pantai, tetapi juga pasar hospitality yang melayani wisatawan internasional, ekspatriat, dan pembeli properti dari berbagai negara. Pada 2025, Phuket International Airport mencatat sekitar 2,7 juta penumpang internasional, sementara CBRE mencatat pasar properti Phuket mencapai rekor penjualan condominium pada tahun yang sama. Ini menunjukkan bahwa aktivitas wisata dan permintaan properti berjalan beriringan, meskipun keduanya tidak otomatis menjamin keuntungan investasi.
Potensi Phuket juga ditopang oleh perubahan karakter wisatawan Thailand. Pada 2025, Thailand menerima sekitar 32,97 juta wisatawan internasional, termasuk rekor 10,8 juta wisatawan dari pasar long-haul. Pemerintah Thailand kemudian mengarahkan strategi pariwisata 2026 pada konsep Value over Volume, dengan fokus pada wisatawan dan pengalaman yang menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi. Bagi investor properti, perubahan ini penting karena aset di destinasi seperti Phuket tidak hanya bergantung pada jumlah wisatawan, tetapi juga pada siapa yang datang, berapa lama mereka tinggal, dan berapa besar pengeluaran mereka.
Namun, meningkatnya permintaan juga berarti kompetisi semakin serius. CBRE mencatat 18 proyek villa dengan total 283 unit diluncurkan di Phuket pada semester kedua 2025, sementara pada semester pertama terdapat 33 proyek dengan 397 unit. Segmen harga THB 15–35 juta menjadi kelompok terbesar dari peluncuran villa baru. Artinya, investor tidak cukup hanya membeli properti di Phuket; lokasi, ukuran lahan, desain, kualitas bangunan, fasilitas, dan positioning terhadap target penyewa akan semakin menentukan kemampuan sebuah aset bersaing di pasar.
Menariknya, potensi Phuket tidak tersebar secara merata. Kawasan seperti Bang Tao, Kamala, Patong, Kata, Rawai, dan Nai Harn memiliki karakter pasar yang berbeda. Untuk investor yang mengejar hospitality, kedekatan dengan pantai memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor. Akses ke restoran, pusat belanja, sekolah internasional, rumah sakit, serta kemudahan menuju bandara ikut menentukan apakah sebuah properti nyaman digunakan sendiri maupun menarik bagi penyewa. Semakin jelas target penggunanya, semakin mudah investor menentukan apakah sebuah properti memang memiliki nilai bisnis atau hanya terlihat menarik secara visual.
Pasar Phuket sendiri juga menunjukkan bahwa peluang datang bersama risiko. CBRE mencatat performa hotel Phuket pada 2025 mengalami pelemahan dibanding tahun sebelumnya, sementara pasokan condominium baru juga tetap bertambah. Ini menjadi pengingat bahwa tingginya jumlah wisatawan tidak otomatis berarti setiap properti akan memiliki okupansi tinggi. Investor harus menghitung biaya operasional, pengelolaan, maintenance, pajak, periode kosong, dan kompetisi dari hotel maupun villa lain sebelum menganggap sebuah proyeksi sewa sebagai potensi return.
Karena itu, Phuket menarik bukan karena sekadar “banyak turis”, tetapi karena memiliki ekosistem pariwisata, hospitality, dan properti yang sudah terbentuk serta terus berkembang. Bagi investor Indonesia, langkah yang lebih tepat adalah mencari aset yang memiliki hubungan jelas antara lokasi, target pengguna, kualitas produk, dan potensi pendapatan. Kawasan seperti Rawai–Nai Harn menjadi menarik untuk dipelajari lebih lanjut karena menawarkan kombinasi lifestyle, pantai, fasilitas sehari-hari, dan pasar villa. Jika Anda ingin melihat peluang properti Phuket dengan pendekatan investasi yang lebih terukur, East2West Property
+62 815 2820 9892 siap membantu Anda membandingkan kawasan, produk, struktur kepemilikan, dan potensi aset sebelum menentukan pilihan.
Sumber: CBRE