USD 11,5 Miliar Kabur ke Luar Negeri Setiap Tahun, Inikah Saatnya Bertindak?

Kembali ke Beranda

USD 11,5 Miliar Kabur ke Luar Negeri Setiap Tahun, Inikah Saatnya Bertindak?

East2West Property News - Setiap tahun, lebih dari 2 juta orang Indonesia terbang ke luar negeri hanya untuk berobat, dan lebih dari 75% di antaranya adalah kelas menengah ke atas yang sebenarnya mampu membayar layanan setara di dalam negeri, jika layanan itu tersedia. Total nilai transaksi yang mengalir keluar dari kantong konsumen Indonesia untuk kebutuhan ini mencapai sekitar USD 11,5 miliar per tahun. Bagi pelaku usaha di bidang kesehatan, ini bukan statistik yang menyedihkan, ini adalah pasar domestik senilai puluhan triliun rupiah yang menunggu untuk direbut kembali.
 
Alasan uang itu mengalir keluar cukup sederhana: kapasitas dan kualitas. Rasio tempat tidur rumah sakit Indonesia hanya 1,4 per 1.000 penduduk, jauh di bawah standar negara sebaya. Rasio dokter bahkan lebih timpang, 0,7 per 1.000 penduduk, di bawah standar minimum WHO sebesar 1:1.000. Sementara itu belanja kesehatan nasional terus tumbuh 8% per tahun, dan populasi Indonesia yang makin urban diproyeksikan mencapai 324 juta jiwa pada 2045. Kombinasi kapasitas rendah, permintaan yang naik, dan devisa yang bocor ke luar negeri adalah formula generasi peluang bisnis yang jarang terulang.
 
D-HUB SEZ merancang dirinya sebagai jawaban langsung atas kesenjangan ini. Ekosistem kesehatannya terintegrasi penuh dalam satu lokasi: rumah sakit dengan spesialisasi ibu-anak, kardiologi, ortopedi, hingga oftalmologi; klinik spesialis onkologi dan fertilitas; layanan aesthetic dan stem-cell; CRO/CDMO serta pusat riset dan diagnostik; hingga sekolah kedokteran dan keperawatan. Eka Hospital, salah satu tenant unggulan, membangun menara baru 23 lantai dengan kapasitas lebih dari 600 tempat tidur, dilengkapi teknologi bedah robotik ExelciusGPS dan VELYS, serta Proton Therapy pertama di Indonesia melalui Eka Tjipta Widjaja Cancer Center.
 
Bagi pengusaha di sektor kesehatan, keunggulan D-HUB SEZ tidak berhenti di infrastruktur fisik. Regulasi khusus memberikan lisensi praktik dokter asing selama 5 tahun, jauh lebih panjang dari 2 tahun di luar KEK, serta skema BPOM Special Access untuk obat dan alat kesehatan yang belum terdaftar secara umum di Indonesia. Ditambah tax holiday hingga 20 tahun dan bebas bea masuk untuk peralatan medis, model bisnis rumah sakit swasta, klinik spesialis, laboratorium, atau perusahaan medical technology menjadi jauh lebih layak secara finansial dibanding membangun dari nol di luar kawasan ini.
 
Tenant yang sudah bergabung menunjukkan tren yang jelas: pemain kesehatan global melirik kawasan ini sebagai basis ekspansi ke Indonesia. Ada Increase, platform CRO dan laboratorium sentral Indonesia; Alpha IVF dari Malaysia, pemimpin inovasi fertilitas; StemCord, bank sel punca bersertifikasi FACT dari Asia Tenggara; Genetron dari China, pemimpin diagnostik onkologi presisi; hingga tiga tenant medis-aesthetic asal Korea yang menjawab tren 10.000 warga Indonesia yang bepergian ke Korea setiap tahun untuk perawatan estetika.
 
Pasar sudah ada, permintaannya sudah terbukti bocor ke luar negeri, dan insentifnya sudah tersedia di depan mata. Yang tersisa adalah keputusan untuk masuk lebih dulu sebelum kapasitas dan lahan strategis di D-HUB SEZ terisi penuh oleh kompetitor. Tim properti East2West memahami lanskap kawasan kesehatan ini secara mendalam dan siap membantu Anda menganalisis unit, lahan, atau skema kemitraan yang paling relevan dengan model bisnis kesehatan Anda. Hubungi tim properti East2West +62 815 2820 9892 hari ini untuk memulai langkah pertama Anda.

Sumber: East2West Property (JL)

Dapatkan Informasi Terbaru

Intuit Mailchimp