Kenapa Harga Bahan Bangunan Terus Naik? Ini Penjelasannya

Kembali ke Beranda

Ilustrasi pembangunan rumah baru dengan kenaikan harga material dan biaya konstruksi

Kenapa Harga Bahan Bangunan Terus Naik? Ini Penjelasannya

East2West Property News - Rumah baru yang Anda incar mungkin terasa lebih mahal dibanding tahun lalu, dan bukan cuma karena faktor lokasi. Ada tekanan nyata dari sisi biaya bahan bangunan yang belakangan ini melonjak cukup signifikan.

Data Indonesia Property Watch mencatat inflasi bahan bangunan untuk kelompok bangunan tempat tinggal melonjak dari 4,87% pada Maret 2026 menjadi 9,50% pada Juni 2026 secara tahunan. Beberapa material bahkan naik jauh lebih tinggi, seperti thinner yang melonjak lebih dari 31%, kerangka atau kusen pintu-jendela aluminium naik 27%, hingga kabel listrik yang naik lebih dari 25% dalam setahun terakhir.

Kenaikan ini berimbas langsung ke kontrak baru konstruksi hunian yang melonjak 13–17%, sementara aktivitas pembangunan secara triwulanan justru merosot hampir separuh karena banyak pengembang menahan diri sebelum memulai proyek baru. Komposisi biaya terbesar dalam pembangunan rumah ada di struktur, dinding, dan kusen yang porsinya mencapai 55–60% dari total biaya konstruksi, sehingga kenaikan harga material di kategori ini paling terasa dampaknya pada harga jual akhir rumah.

Beberapa faktor yang mendorong kenaikan ini di antaranya fluktuasi harga komoditas dasar seperti besi, kayu, dan bahan kimia untuk cat dan pelapis, ditambah biaya distribusi dan energi yang juga ikut naik. Kondisi ini membuat pengembang harus menghitung ulang harga pokok penjualan mereka, yang pada akhirnya berpotensi diteruskan ke harga jual rumah kepada konsumen.

Bagi calon pembeli, memahami tren ini penting untuk mengambil keputusan waktu pembelian. Jika sedang mengincar rumah ready stock dengan harga yang sudah dikunci sebelum kenaikan biaya konstruksi lebih lanjut, ini bisa jadi momentum yang lebih menguntungkan dibanding menunggu terlalu lama.

Ingin tahu proyek mana yang harganya masih relatif stabil di tengah kenaikan biaya konstruksi saat ini? East2West Property siap membantu Anda menemukan pilihan terbaik. Hubungi +62 815 2820 9892 kami sekarang.

Sumber: Indonesia Property Watch, Housing Market Update Q2-2026 — Benchmark Jabodebek-Banten.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Konsultan & Agen Properti Profesional Berlisensi (@east2west_property)

Dapatkan Informasi Terbaru

Intuit Mailchimp