East2West Property News - Angka sekitar Rp2 miliar sering kali langsung menjadi pusat perhatian ketika sebuah properti komersial diluncurkan. Padahal bagi investor, harga beli seharusnya menjadi awal perhitungan, bukan kesimpulan. Pertanyaan yang lebih penting adalah: berapa luas aset yang diperoleh, bagaimana aset tersebut dapat digunakan, siapa calon penggunanya, dan seberapa fleksibel properti tersebut jika strategi bisnis berubah?
Pada Nexen Business Park, tipe Prime memiliki LT 10×20 meter atau 200 m² dengan LB 146 m² dan harga mulai sekitar Rp2 miliaran berdasarkan materi yang diberikan. Secara sederhana, apabila angka tersebut berada di kisaran Rp2 miliar, nilai modal awalnya setara sekitar Rp10 juta per m² tanah. Namun angka ini tidak boleh dibaca sebagai harga tanah murni karena properti juga memiliki bangunan. Justru di sinilah investor perlu membedakan antara harga tanah, nilai bangunan, fungsi komersial, akses, dan potensi penggunaan aset.
Menariknya, ketika skala properti meningkat, pilihan investasinya juga berubah. Prime Plus berada di kisaran Rp2,1 miliaran, Premier sekitar Rp3,9 miliaran, Executive Rp4,2 miliaran, Prestige Rp5,6 miliaran, hingga Royal sekitar Rp7,3 miliaran. Investor dengan modal lebih besar mendapatkan kapasitas lahan yang jauh berbeda. Royal, misalnya, memiliki LT 840 m² dan LB 453 m². Selisih luas ini membuka kemungkinan penggunaan yang tidak tersedia pada unit 200 m².
Namun besar belum tentu lebih menguntungkan. Properti komersial harus menghasilkan fungsi ekonomi yang sebanding dengan modalnya. Jika aset dibeli untuk operasional sendiri, investor perlu menghitung efisiensi biaya dibanding menyewa. Jika dibeli untuk disewakan, harus ada kajian mengenai target tenant, estimasi sewa, biaya pemeliharaan, masa kosong, serta kemampuan pasar menyerap unit tersebut. Sementara jika orientasinya capital gain, investor perlu melihat perkembangan kawasan dan kualitas produk pembanding sebelum membuat asumsi kenaikan harga.
Faktor lokasi menjadi bagian penting dari analisis tersebut. Nexen berada di Balaraja, Tangerang, dan sumber pasar yang diperbarui pada akhir Agustus 2026 mencantumkan akses sekitar 3–4 menit menuju pintu Tol Balaraja untuk salah satu produk Nexen. Bagi properti yang ditujukan untuk aktivitas bisnis, akses semacam ini berpotensi memiliki nilai operasional karena kendaraan dan distribusi tidak hanya membutuhkan luas bangunan, tetapi juga konektivitas.
Karena itu, East2West Property melihat Nexen bukan semata sebagai produk dengan harga mulai Rp2 miliaran, tetapi sebagai aset yang perlu dicocokkan dengan strategi investornya. Apakah Anda membutuhkan tempat usaha sendiri, aset yang dapat disewakan, atau properti yang disiapkan untuk jangka panjang? Jika Anda ingin menghitungnya berdasarkan tipe, luas tanah, luas bangunan, modal, dan tujuan investasi, konsultasikan pilihan Nexen Business Park bersama East2West Property +62 815 2820 9892 sebelum menentukan unit.
Sumber: East2West Property (JL)
Lihat postingan ini di Instagram