Malaysia for 2nd Home or Investment? Pastikan 7 Hal Ini Dulu

Kembali ke Beranda

Malaysia for 2nd Home or Investment? Pastikan 7 Hal Ini Dulu

East2West Property News - Semakin banyak warga Indonesia mulai serius mempertimbangkan Malaysia sebagai destinasi properti, baik sebagai rumah kedua untuk keluarga maupun sebagai instrumen investasi jangka panjang. Kedekatan geografis, budaya yang mirip, biaya hidup yang relatif terjangkau, hingga kemudahan bahasa membuat Malaysia terasa jauh lebih ramah dibandingkan negara lain yang juga populer di kalangan investor properti lintas negara. Namun sebelum benar-benar memutuskan membeli, ada sejumlah hal mendasar yang wajib dipahami agar keputusan ini benar-benar menguntungkan, bukan justru menimbulkan masalah di kemudian hari.
 
Hal pertama yang perlu dipikirkan adalah di mana lokasi yang paling sesuai dengan tujuan Anda. Kuala Lumpur dan Selangor menawarkan infrastruktur matang dengan harga properti yang relatif tinggi, sementara Penang dikenal dengan kualitas hidup yang nyaman dan komunitas ekspatriat yang besar. Johor Bahru menjadi favorit khusus bagi warga Indonesia dan Singapura karena kedekatannya dengan perbatasan, sementara kawasan Forest City yang berstatus Special Economic Zone menawarkan skema kepemilikan dengan ambang investasi lebih rendah. Setiap lokasi memiliki karakter pasar yang berbeda, sehingga riset mendalam soal potensi sewa, kenaikan nilai, dan gaya hidup di sekitarnya menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan.
 
Hal kedua, tentukan dengan jelas tujuan pembelian sejak awal, karena ini akan sangat memengaruhi strategi dan jenis properti yang dipilih. Jika tujuannya murni investasi dan potensi sewa, unit di kawasan pusat bisnis dengan permintaan sewa tinggi tentu lebih relevan. Namun jika tujuannya adalah rumah kedua untuk keluarga sekaligus membuka opsi tinggal jangka panjang, mempertimbangkan program residensi seperti Malaysia My Second Home atau MM2H menjadi langkah yang jauh lebih strategis dibandingkan sekadar membeli properti sebagai aset pasif semata.
 
Hal ketiga, pahami biaya-biaya tambahan di luar harga properti itu sendiri. Selain harga beli, pembeli asing perlu memperhitungkan biaya notaris atau pengacara, biaya pendaftaran tanah, hingga bea meterai atau stamp duty yang mulai 1 Januari 2026 dikenakan tarif flat sebesar 8% dari nilai transaksi khusus bagi pembeli asing. Biaya ini cukup signifikan dan sering terlewat dari perhitungan awal, sehingga penting untuk memasukkannya sejak tahap perencanaan anggaran, bukan baru disadari menjelang proses transaksi selesai.
 
Hal keempat, kenali benefit yang ditawarkan Malaysia dibandingkan negara lain di kawasan. Malaysia menawarkan status kepemilikan freehold penuh bagi pembeli asing di banyak proyek, berbeda dengan sejumlah negara yang membatasi kepemilikan asing hanya pada skema leasehold. Selain itu, Malaysia juga dikenal memiliki iklim pajak yang cukup ramah bagi peserta MM2H, di mana pendapatan dan dana asing yang dibawa masuk melalui program ini umumnya dibebaskan dari pajak, begitu pula bunga dari deposito wajib yang menjadi syarat program. Kombinasi antara kepemilikan penuh, biaya hidup terjangkau, dan iklim pajak yang ramah inilah yang membuat Malaysia semakin diminati sebagai destinasi properti lintas negara.
 
Hal kelima, pahami bahwa sejak pembaruan program pada 2024, pembelian properti kini menjadi persyaratan wajib bagi seluruh tingkatan MM2H, dengan kewajiban membeli properti residensial dalam waktu 12 bulan sejak visa disetujui dan menahannya minimal selama 10 tahun. Terdapat empat tingkatan yang bisa dipilih sesuai kemampuan finansial, mulai dari tingkatan SEZ dengan minimal properti RM500.000, Silver RM600.000, Gold RM1.000.000, hingga Platinum RM2.000.000, yang masing-masing juga mensyaratkan deposito tetap di bank Malaysia dengan nilai berbeda-beda. Memilih tingkatan yang tepat sejak awal akan sangat menentukan skema properti dan gaya hidup yang bisa dijalani di Malaysia ke depannya.
 
Membeli properti di Malaysia, baik sebagai rumah kedua maupun investasi, adalah keputusan besar yang membutuhkan pemahaman menyeluruh soal lokasi, tujuan, biaya, benefit, hingga skema residensi seperti MM2H yang saling berkaitan satu sama lain. Kesalahan kecil dalam memahami regulasi atau memilih lokasi yang kurang tepat bisa berdampak besar pada nilai investasi jangka panjang Anda. Jangan ambil risiko sendirian, hubungi East2West Property +62 815 2820 9892 sekarang juga untuk mendapatkan pendampingan profesional mulai dari pemilihan lokasi, simulasi biaya, hingga strategi terbaik menyesuaikan tujuan Anda, baik untuk rumah kedua keluarga maupun portofolio investasi jangka panjang.

Sumber: East2West Property (JL)
 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Konsultan & Agen Properti Profesional Berlisensi (@east2west_property)

Dapatkan Informasi Terbaru

Intuit Mailchimp